Monday 25 February 2013

Muhammadiyah General Chairman Din Syamsuddin would transfer of profession to be a REVEREND, the 123th day after Video The End of Islam


Today is 123th days after my Video titled The End of Islam disseminated, apparently none of the Indonesian Muslim leaders who deny or angry. Do not doubt let's continue spreading the video until Islam vanished from the earth. Consider the following developments.

Muhammadiyah General Chairman Din Syamsuddin attended the declaration of organizations the unity of Indonesia (Perindo) in Senayan, Sunday (02/24/2013). After the event Din told reporters, "Yes, Muhammadiyah with existing organizations in the republic has always worked. As civil societys organizations we support, so that we can partner. Especially its declarators are mostly young Muhammadiyah."

Harry Tanoe founder of Perindo has said that in year 2019 Perindo become political party. What happen to Din Syamsuddin, General Chairman of Muhammadiyah, who practising the ignorant and barbarous teachings of Muhammad illiterate Arab who claimed prophet who made ​​the Quranic verse:

Letters 5 (Al Maa'idah) paragraph 51.
O ye who believe, do not take Jews and Christians to be leaders (mu), partly they are partly leader for others. Whoever among you take them to be a leader, then surely that person belonged to them. Surely Allah does not guide the unjust people.

After Masyumi dissolved by the Bung Karno because of a rebellion (PRRI / Permesta), in the 1970s Muhammadiyah co-founded Parmusi which then turned into a PPP. Later PPP dominated by the NU, members of Muhammadiyah eliminated.

After Soeharto did not a president, Amin Rais, former chairman of Muhammadiyah established the National Mandate Party (PAN), which will soon be history because it does not sell. The last election, Muhammadiyah create a new party but did not sell, no one managed to get a seat at the national and regional parliaments.

Through the verse 5:51. Allah hu Barbar has sentenced Din Syamsuddin become a group of Harry Tano who is Christians. Of course Din Syamsuddin upset, then trampling the verse of 5:51, throwing the Qur'an into the trash, and turned to Harry Tanoe. We await the developments there is the possibility Din Syamsuddin will soon a transfer of profession to be REVEREND, find out merchandise that he thought would sell well.


 ***

Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin akan alih profesi menjadi PENDETA, hari ke-123 setelah Vidio Akhir dari Islam

Hari ini adalah hari ke-123 setelah Vidio berjudul Akhir dari Islam saya sebarluaskan, ternyata tidak ada satu pun tokoh Islam Indonesia yang membantah atau marah. Ayo jangan ragu lagi terus sebarkan vidio tersebut sampai Islam hilang dari muka bumi. Perhatikan perkembangan berikut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menghadiri deklarasi ormas Persatuan Indonesia (Perindo) di Istora Senayan, Minggu (24/2/2013). Seusai acara kepada wartawan Din mengatakan, "Iya, Muhammadiyah dengan ormas yang ada di republik ini selalu bekerjasama. Sebagai ormas gerakan masyarakat madani, kita dukung, agar kita bisa bermitra. Apalagi deklaratornya kebanyakan anak-anak Muhammadiyah."

Harry Tanoe pendiri Perindo sudah mengatakan tahun 2019 Perindo menjadi Parpol. Ada apa dengan Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyah, yang mengamalkan ajaran DUNGU dan BIADAB dari Muhammad Arab buta huruf yang mengaku nabi yang membuat ayat Alquran:

Surat 5 (Al Maa'idah) ayat 51.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Setelah Masyumi dibubarkan oleh Bung Karno karena melakukan pemberontakan (PRRI/Permesta), tahun 1970-an Muhammadiyah ikut mendirikan Parmusi yang kemudian berubah menjadi PPP. Belakangan PPP dikuasai orang-orang NU, Muhammadiyah tersingkir.

Setelah Pak Harto tidak menjadi Presiden, Amin Rais mantan ketua Muhammadiyah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebentar lagi akan menjadi sejarah karena tidak laku. Pemilu yang lalu, Muhammadiyah membuat partai baru tapi tidak laku, tidak berhasil mendapat satu pun kursi di DPR dan DPRD.

Melalui ayat 5:51. Allah hu Barbar memvonis Din Syamsuddin menjadi golongan Harry Tanoe yang Kristen. Tentu saja Din Syamsuddin kesal, lalu menginjak-injak ayat 5:51, melempar Alquran ke tong sampah, dan pindah kiblat ke Harry Tanoe. Kita tunggu  perkembangannya ada kemungkian sebentar lagi Din Syamsuddin akan alih profesi menjadi PENDETA, cari dagangan yang dia pikir akan laku.


2 comments: